Tulisan Sejarah tentang Politik Etis.

November 9, 2008

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER

Mata Kuliah TIK Soal Bagian B

 

     Nama Mahasiswa    : Hendra,S.Pd.

     Nomor Induk           : A.101070007

     Program/Jurusan   : Pendidikan Profesi Guru

     FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

                                                                        

        MATERI PELAJARAN SEJARAH                                     (Kelas VIII Semester 1)

Politik Etis (Politik Balas Budi)

       Semenjak pemerintah kolonial Belanda memberlakukan sistem Tanam Paksa di Indonesia,  banyak menimbulkan penderitaan bagi rakyat pribumi seperti kemiskinan, kelaparan bahkan  kematian.  Selain itu banyak juga penduduk yang meninggalkan tanah kelahirannya hanya sekedar untuk menghindari diri dari sistem Tanam Paksa yang dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda.

       Berbagai penderitaan pada saat itu banyak dialami oleh masyarakat Indonesia, misalnya kejadian-kejadian diberbagai wilayah di Indonesia, seperti di Cirebon pada tahun 1843 banyak penduduk yang meninggalkan daerahnya dengan tujuan untuk menghindari dari kekejaman belanda. Di daerah lain juga telah mengalami beberapa kejadian kelaparan yang sangat memprihatinkan, seperti di daerah Demak dan Grobogan yang mengakibatkan kematian secara besar-besaran. Sementara itu pada umumnya rakyat di negeri Belanda banyak yang tidak tahu atas kekejaman di daerah tanah jajahannya yang diakibatkan oleh Tanam Paksa, sebaliknya Tanam Paksa telah meningkatkan kemakmuran rakyat di negeri Belanda, sebab banyak  mendapat keuntungan yang sangat melimpah dari penyelenggaraan politik Tanam Paksa, sementara akibat dari pelaksanaan politik tersebut masyarakat pribumi (Masyarakat Indonesia) menjadi semakin menderita.

       Keadaan seperti ini mulai berubah setelah tahun 1850, dimana rakyat Belanda memperoleh berita mengenai kejadian yang sebenarnya di Indonesia yang ditimbulkan oleh Tanam Paksa. Kesewenang-wenangan  dari para pegawai pemerintah kolonial Belanda, kejadian di daerah Cirebon, Demak, dan Grobogan, lambat laun sampai beritanya di negeri Belanda, sehingga antara tahun 1850-1860 timbul terjadi perdebatan diantara para tokoh di negeri Belanda yang peduli terhadap nasib bangsa Indonesia akibat dari kebijakan Tanam Paksa.

       Reaksi yang timbul akibat dari adanya berbagai tulisan kaum humaniter mulai mencapai tarap yang menentukan, seperti diadakannya peninjauan kembali mengenai aturan-aturan dalam sistem Tanam Paksa. Adapun yang tergolong kepada kelompok kaum humaniter  diantaranya seperti : Walter Baron Van Hoevel, Fransen Van De Futte, juga seorang Perdana Menteri Torbeck tampil ke depan untuk membela kepentingan bangsa Indonesia. Pada saat itu tokoh yang dianggap paling berhasil merubah opini rakyat Belanda dengan sebuah karya tulisannya adalah “Douwes Dekker” dengan nama samarannya “Multatuli”. Yang berhasil menulis sebuah karya buku yang berjudul “Max Havelaar”

       Dalam situasi seperti itu , muncul pula tulisan  “Van Deventer” yang berjudul “Een Eereschuld” (Hutang Kehormatan) pada  majalah “de Gids” tahun 1899. Ia mengecam pemerintah kolonial Belanda yang tidak memperhatikan nasib penduduk tanah jajahannya. Ia mengungkapkan, bahwa pemerintah Belanda telah berhutang budi kepada rakyat tanah jajahan (Indonesia) serta harus ditebus dengan cara memberikan kesejahteraan. Usul Van Deventer tersebut mendapat dukungan dari rekan-rekan kaum liberal, seperti Van Kol, Van Dedem, dan Brooschooft.

       Ratu Belanda menanggapi positif terhadap usulan yang disampaikan kaum liberal. Dalam pidatonya tahun 1901, Ratu Belanda mengesahkan politik yang sangat terkenal dengan sebutan “Politik Etis”. Politik ini merupakan upaya balas budi pemerintah Belanda untuk memperhatikan nasib bangsa Indonesia. Menurut Van Deventer, politik Etis yang ditujukan untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia dapat dilakukan melalui tiga hal, sehingga disebut Trilogi Van Deventer, yang isinya sebagai berikut :

1.Irigasi                                                                                                               2.Transmigrasi                                                                                             3. Edukasi

       Dalam pelaksanaannya bidang “edukasi” memberi pengaruh yang positif bagi bangsa Indonesia yaitu dengan lahirnya golongan terpelajar (golongan intelektual). Pemerintah kolonial Hindia-Belanda semula berharap dari penyelenggaraan edukasi (pendidikan) dapat menyediakan tenaga kerja terdidik yang terampil dan bisa dibayar murah. Akan tetapi dalam perkembangannya sasaran itu meleset, karena ternyata dari  STOVIA” justru muncul kalangan terpelajar Indonesia yang mengobarkan semangat api kebangsaan  serta peduli terhadap nasib bangsa Indonesia, sehingga mereka menjadi pelopor dalam perjuangan pergerakan bangsa Indonesia yang menentang pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan utama untuk  meraih kemerdekaan Indonesia.

 

SOAL UJI KOMPETENSI

Petunjuk  :  Jawablah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan jelas.                                                                               Jawaban harap dikirim ke alamat email : hendraapih@yahoo.com                                                              jangan lupa menyebutkan nama, nomor Induk, dan kelas saudara.                                                             Selamat Mengerjakan tugas !

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Politik Etis !                                                                                             2. Jelaskan latar belakang yang menimbulkan munculnya PolitikEtis !                                                                               3. Sebutkan tokoh utama penggagas politik Etis !                                                                                      4. Sebutkan isi dari politik Etis !                                                                                        5. Jelaskan pengaruh positif politik Etis bagi bangsa Indonesia !

 

PEDOMAN PENILAIAN

Skor soal nomor 1 = 4

Skor soal nomor 2 = 4

Skor soal nomor 3 = 2

Skor soal nomor 4 = 6

Skor soal nomor 5 = 4

Jumlah skor   :      20

 

Rumus Penilaian

N = Jml. Skor Perolehan X 100 Skor Maksimum

 

 

 

SELAMAT DATANG

November 2, 2008

Nama : Hendra, S.Pd.

No. Induk : A. 101070007

Pendidikan Profesi Guru Universitas Muhammadiyah Surakarta

TUGAS GURU IPS

Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang guru mempunyai tugas yang sangat berat. Berkaitan dengan tugas saya sebagai guru IPS pada kenyataannya dilapangan harus menguasai semua mata pelajaran yang termasuk kedalam kelompok IPS, diantaranya mata pelajaran Sejarah, Geografi, Ekonomi dan Sosiologi.

Dari kenyataan tersebut di atas, ternyata dilapangan sangat banyak kendala bagi para guru IPS, karena pada kenyataan yang namanya guru IPS ternyata memiliki tugas yang sangat berat, karena dalam prakteknya guru  IPS harus mampu menguasai  semua mata pelajaran diatas tadi, padahal latar belakang pendidikan guru berbeda. Misalnya saya seorang Sarjana Pendidikan Sejarah harus mengajar mata pelajaran IPS lainnya seperti geografi, ekonomi, dan sosiologi, sehingga merasa repot melaksanakannya.

Melalui tulisan ini saya akan mengupas sedikit tentang materi sejarah yang berhubungan dengan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat terjadi sekitar tahun 60-an di wilayah Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Menurut para orang tua DII/TII melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hukum Islam maupun dengan aturan pemerintah, dalam hal ini ternyata merupakan bentuk protes terhadap pemerintahan yang ada.

Adapun penumpasan gerombolan DI/TII dilaksanakan dengan cara “Pagar

betis”, yaitu kerja sama antara pihak ABRI dengan rakyat. Akhirnya berkat adanya kerja sama antara ABRI dan rakyat tadi DI/TII dapat dilumpuhkan dengan secepatnya.

materi sejarah

September 14, 2008

kelas 7 untuk dipelajari oleh semua murid smpn 2 sukahening.

Hello world!

September 14, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!